TUGAS 2 HEMATOLOGI PEMANTAPAN LAB REGULER C – 6

matur

Sel tersebut merupakan jenis polimorphonuklear yang sering ditemukan di dalam sediaan apus darah. Sel di atas menunjukkan tingkat kematangan yang berbeda dari kiri ke kanan.

1. Jelaskan jenis sel leukosit apa sajakah yang ada di gambar tersebut?

2. Tuliskan maturasi sel leukosit jenis polimorphonuklear…

3. Apabila terjadi dominasi sel pada gambar paling kiri, disebut dengan istilah apakah?dan apa maksud dari istilah tersebut…?

==========================================================================================

4. Sel apakah yang berada di sebelah kiri…?

5. Sel apakah yang berada di sebelah kanan…?

6. Buatlah tabel yang berisi 5 pengamatan secara mikroskopis (wright – giemza) untuk membedakan kedua sel tersebut…

==========================================================================================

7. Gambar sel leukosit jenis apakah yang ada di kiri…?

8. Gambar jenis sel leukosit apakah yang berada di kanan…?

9. Buatlah tabel yang berisi 7 hal baik secara morfologi maupun mikroskopis yang bisa digunakan untuk membedakan kedua jenis sel tersebut

==========================================================================================

Tugas diketik dan disimpan dalam bentuk dokumen Word (.docx), dengan format spasi 1,5 dan huruf Arial ukuran 12, tuliskan nama dan nomor mahasiswa di pojok kiri atas.
Tugas dikirimkan sebelum hari sabtu tanggal 1 Februari 2014 pukul 13.00 WIB

Dikirimkan lewat Email ke : omry3adi@gmail.com dan cc ke omry3adi@facebook.com  dengan subject diisi Nama lengkap – NIM

TERIMA KASIH

TUGAS II PEMANTAPAN LABORATORIUM REGULER C-6

Pembuatan Sediaan Darah

M. Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., Dwi Haryatmi, S.Pd. Bio.

Malaria, yang disebabkan oleh infeksi protozoa genus Plasmodium, merupakan penyakit parasitik terpenting di negara tropis. Malaria ditularkan antar-manusia melalui inokulasi sporozoit Plasmodium oleh nyamuk Anopheles betina atau melalui transfusi darah. Sporozoit memasuki aliran darah menuju hati, tempat sporozoit ini berubah menjadi skizon jaringan yang besar dan mengandung banyak merozoit (skizogoni jaringan). Skizon ini pecah setelah 5-20 hari tergantung spesiesnya, dan merozoit yang keluar menginvasi eritrosit dalam sirkulasi. Siklus replikasi ini berulang dengan interval yang teratur.

Baca lebih lanjut

TUGAS 2 PROGSUS 6 oleh Wiji Triyastuti,S.Pd.Bio

Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif berbentuk bulat berdiameter   0,7-1,2 μm, tersusun dalam kelompok-kelompok yang tidak teratur seperti buah anggur, fakultatif anaerob, tidak membentuk spora, dan tidak bergerak. Bakteri ini tumbuh pada suhu optimum 37 ºC, tetapi membentuk pigmen paling baik pada suhu kamar (20-25 ºC). Koloni pada perbenihan padat berwarna abu-abu sampai kuning keemasan, berbentuk bundar, halus, menonjol, dan berkilau. Lebih dari 90% isolat klinik menghasilkan S. aureus yang mempunyai kapsul polisakarida atau selaput tipis yang berperan dalam virulensi bakteri.

Taksonomi :

Domain           : Bacteria

Kingdom         : Eubacteria

Phylum            : Firmicutes

Classis             : Bacilli

Ordo                : Bacillales

Famili              : Staphylococcaceae

Genus              : Staphylococcus

Spesies            : Staphylococcus aureus

Sebagian bakteri Staphylococcus merupakan flora normal pada kulit, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan makanan pada manusia. Bakteri ini juga ditemukan di udara dan lingkungan sekitar. S. aureus yang patogen bersifat invasif, menyebabkan hemolisis, membentuk koagulase, dan mampu meragikan manitol.

TUGAS DISKUSI :

  1. Bahaya bakteri Staphylococcus aureus bagi manusia
  2. Jenis – jenis penyakit akibat Staphylococcus aureus
  3. Mekanisme terjadinya infeksi Staphylococcus aureus

Tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 25 Januari 2014

Tugas Mahasiswa Reguler C-7

Mikologi

 Jamur merupakan organisme eukaryotik dengan persebaran yang luas di seluruh dunia baik di iklim yang sangat  dingin sampai dengan gurun pasir yang sangat panas. Secara umum dinding jamur tersusun atas kitin dan glukan.  Jamur disebut sebagai jasad heterotrop karena tidak memiliki klorofil, hal inilah yang membedakan jamur dengan  tumbuhan (autotrop) sehingga untuk memperoleh makanan dengan cara absorbsi menggunakan enzim untuk  mengubah dan mencerna berbagai bahan organik dilingkunganya.

Seperti pada kuman, sistem enzim jamur dapat mengubah selulosa, karbohidrat dan zat organik lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, manusia, binatang, serangga dan lain-lain yang mati menjadi zat anorganik  yang dibutuhkan  oleh  jamur. Sifat inilah yang menimbulkan kerusakan pada benda dan berbagai makanan dan dengan cara yang sama,  jamu dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan sehingga menimbulkan penyakit. Manusia hampir selalu  memiliki kemungkinan untuk terpapar oleh infeksi jamur. Di alam bebas keberadaan spesies jamur mencapai  200.000-500.000 dan dari sekian banyak jamur ini diperkirakan 100 spesies bersifat patogen  terhadap manusia.  Meskipun demikian tidak semua orang dapat dengan mudah terkena penyakit jamur ini. Hal ini disebabkan adanya  sistem kekebalan. Untuk dapat menimbulkan kelainan, jamur yang masuk dalam jaringan harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, dapat mengatasi sistem kekebalan inang dan dapat berkembangbiak.

Adhi Kumoro Setya.

Tugas bagi mahasiswa reguler C-7

Buatlah makalah mengenai metabolisme jamur. Tugas diketik menggunakan kertas A4, font Trebuchet 12, 1,5 spasi. Tugas dikumpulkan 14 Desember 2013.

TUGAS PEMANTAPAN LABORATORIUM REGULER C6

Pemeriksaan Mikroskopik Langsung dan Kultur Jamur

 M. Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., Dwi Haryatmi, S.Pd. Bio.

Pemeriksaan mikroskopik sediaan langsung dapat digunakan untuk mendiagnosis mikosis secara cepat dan mudah. Meskipun demikian pemeriksaan langsung dapat memberikan hasil negatif dan positif semu karena tidak sesensitif pemeriksaan kultur. Pemeriksaan mikroskopik sediaan langsung dapat dilakukan dengan memakai larutan KOH 10%-20%. Pemeriksaan jenis ini merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan di berbagai laboratorium untuk menunjang diagnosis jamur. Pemeriksaan mikroskopik sediaan  langsung bisa juga dilakukan dengan menggunakan pewarna seperti Lactophenol Cotton Blue (LPCB), Calcofluor white, Gram dan Giemsa. Pada pemeriksaan histopatologi dapat dilakukan dengan pewarnaan Gomori Methenamine Silver (GMS) dan Periodic acid-Schiff (PAS)

Baca lebih lanjut

Tugas Hematologi progsus 6 (praktikum)

Erythrocyte Sedimentation Rate

ESR atau LED (Laju Endap Darah) merupakan salah satu prosedur laboratorium yang masih banyak diminta pemeriksaannya untuk diagnosis suatu kondisi kesehatan. Buatlah makalah tentang LED tersebut yang meliputi beberapa aspek dan akan menjadi kriteria penilaian, sebagai berikut :

a. Penjelasan LED (sejarah dan definisi)

b. Fungsi LED

c. Prosedur LED (2 metode boleh klasik atau modern)

d. Mekanisme mengendapnya darah pada LED

e. Hasil abnormal pada LED

f. Pembacaan hasil LED

Makalah tersebut diketik perorangan dan diprint pada kertas A4, format spasi 1,15 dengan huruf arial ukuran 10 format standart

Tugas Kuliah Teori Mikologi Reguler C-7

KOLEKSI DAN PEMROSESAN SAMPEL KLINIS UNTUK PEMERIKSAAN MIKOLOGI

(M.Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc.)

Tujuan utama dari berbagai kegiatan laboratorium di bidang mikologi klinik adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur secara akurat. Koleksi, transportasi, pemrosesan dan kultur sampel  klinik yang benar dan tepat merupakan faktor essensial untuk dapat mencapai tujuan utama tersebut. Tenaga laboratorium juga harus dibekali pengetahuan yang memadai mengenai penanganan sampel yang tepat agar diperoleh hasil yang optimal. Sampel klinis untuk pemeriksaan mikologi dapat diperoleh dalam berbagai bentuk antara lain: Baca lebih lanjut

TUGAS MEDIA REGULER C ANGKATAN VII

MEDIA dan LIMBAH

(Ardy Prian Nirwana, S.Pd.Bio)

      Mikroorganisme yang dengan mikroskop terlihat tumbuh dalam lingkungan alamiah mungkin akan sulit untuk tumbuh dalam biakan murni pada media buatan, oleh karena itu teknik pemilihan suatu medium yang digunakan untuk pemeriksaan atau penelitian harus disesuaikan dengan sifat pemerikasaan atau penelitian tersebut. Beberapa media yang merupakan media pembiakan mikroorganisme diantaranya adalah media Diperkaya dan media Diferensial.

Baca lebih lanjut

Kasus : Hujan Asam ( Praktikum Progsus Kimia Analisa 2013 )

Definisi Hujan Asam

Hujan merupakan unsur iklim yang paling penting di Indonesia karena keragamannya  sangat tinggi baik menurut waktu maupun tempat.  Hujan adalah salah  satu  bentuk  dari  presipitasi,  menurut  Lakitan  (2002)  presipitasi adalah proses  jatuhnya  butiran  air  atau  kristal  es  ke  permukaan bumi. Sedangkan menurut Tjasyono (2004) mendefinisikan presipitasi sebagai bentuk air cair dan padat (es) yang jatuh ke permukaan bumi.  Kabut, embun dan embun beku bukan merupakan bagian dari presipitasi (frost) walaupun berperan dalam alih kebasahan (moisture).  Curah hujan terukur dalam  inci atau millimeter.  Jumlah curah hujan1 mm, menunjukkan tinggi air hujan yang menutupi permukaan bumi 1 mm, jika air tersebut tidak meresap ke dalam tanah atau menguap ke atmosfer.

Baca lebih lanjut

TUGAS 1 PRAKTIKUM BAKTERIOLOGI PROGSUS 7

BAKTERIOLOGI AIR DAN MINUMAN

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.

Jenis air minum menurut Kepmenkes RI No. 907/Menkes/SK/VII/2002 adalah:

  1. Air yang didistribusikan melalui pipa untuk keperluan rumah tangga
  2. Air yang didistribusikan melalui tangki air
  3. Air kemasan
  4. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan untuk masyarakat

Baca lebih lanjut