Tugas 2 Praktikum Parasitologi II (Entomologi) Progsus VII

Pemberantasan Serangga

M.Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., dan Dwi Haryatmi, S.Pd.Bio

Tujuan pengendalian serangga yang menjadi vektor penular penyakit adalah untuk menekan populasi vektor sampai berada di bawah batas kemampuannya menularkan penyakit dan menimbulkan epidemi. Salah satu contohnya adalah pada pemberantasan penyakit malaria, Nyamuk Anopheles tidak perlu diberantas habis melainkan hanya perlu diturunkan populasinya saja agar epidemi malaria dapat dicegah. Pengendalian dan pemberantasan serangga dapat dilakukan baik secara mekanis, biologis, dan secara kimiawi.

Tugas:

Buatlah makalah mengenai “Pengendalian dan Pemberantasan Serangga”

Isi makalah tersebut meliputi: pengendalian secara mekanis, biologis, kimiawi (insektisida, resistensi insektisida, dan repellent).

Tugas diketik dengan huruf times new roman 12 pada kertas A4 dengan spasi 1,5. Tugas dikirim via email ke taufiqqurro@gmail.com paling lambat pada tanggal 05 Juli 2014 WIB.

Tugas 1 Teori Parasitologi II (Entomologi) Progsus VII

Peran Arthropoda Sebagai Vektor Penyakit

M.Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., dan Dwi Haryatmi, S.Pd.Bio

Arthropoda merupakan metazoa yang mempunyai tubuh bersegmen-segmen atau beruas-ruas. Arthropoda dapat berperan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kesehatan manusia. Peran serangga antara lain: Sebagai agen penyebab entomofobia, dermatosis, alergi, penyebab kehilangan darah (blood loss), dan menimbulkan gangguan (annoyance). Selain itu, Arthropoda juga dapat berperan sebagai vektor yang menularkan bibit penyakit atau berperan sebagai tuan rumah perantara (hospes perantara).

Tugas:

Buatlah sebuah makalah mengenai “Peran Arthropoda Sebagai Vektor Penyakit” dengan mengikuti sitematika penulisan sebagai berikut:

Cover

Daftar Isi

Pendahuluan

Nyamuk sebagai vektor penyakit

Lalat sebagai vektor penyakit

Hemiptera sebagai vektor penyakit

Kutu pengisap dan penggigit sebagai vektor penyakit

Pinjal sebagai vektor penyakit

Tungau dan Caplak sebagai vektor penyakit

Daftar pustaka

 

Jangan lupa untuk melengkapinya dengan gambar secukupnya. Tugas diketik dengan huruf times new roman 12 pada kertas A4 dengan spasi 1,5. Tugas dikirim via email ke taufiqqurro@gmail.com paling lambat pada tanggal 4 Juni 2014 WIB.

Tugas ini merupakan tugas kelompok, dengan pembagian kelompok sebagai berikut

Kelompok I          : A103.07.001 s/d A103.07.006

Kelompok II         : A103.07.007 s/d A103.07.012

Kelompok III        : A103.07.013 s/d A103.07.018

TUGAS 2 HEMATOLOGI PEMANTAPAN LAB REGULER C – 6

matur

Sel tersebut merupakan jenis polimorphonuklear yang sering ditemukan di dalam sediaan apus darah. Sel di atas menunjukkan tingkat kematangan yang berbeda dari kiri ke kanan.

1. Jelaskan jenis sel leukosit apa sajakah yang ada di gambar tersebut?

2. Tuliskan maturasi sel leukosit jenis polimorphonuklear…

3. Apabila terjadi dominasi sel pada gambar paling kiri, disebut dengan istilah apakah?dan apa maksud dari istilah tersebut…?

==========================================================================================

4. Sel apakah yang berada di sebelah kiri…?

5. Sel apakah yang berada di sebelah kanan…?

6. Buatlah tabel yang berisi 5 pengamatan secara mikroskopis (wright – giemza) untuk membedakan kedua sel tersebut…

==========================================================================================

7. Gambar sel leukosit jenis apakah yang ada di kiri…?

8. Gambar jenis sel leukosit apakah yang berada di kanan…?

9. Buatlah tabel yang berisi 7 hal baik secara morfologi maupun mikroskopis yang bisa digunakan untuk membedakan kedua jenis sel tersebut

==========================================================================================

Tugas diketik dan disimpan dalam bentuk dokumen Word (.docx), dengan format spasi 1,5 dan huruf Arial ukuran 12, tuliskan nama dan nomor mahasiswa di pojok kiri atas.
Tugas dikirimkan sebelum hari sabtu tanggal 1 Februari 2014 pukul 13.00 WIB

Dikirimkan lewat Email ke : omry3adi@gmail.com dan cc ke omry3adi@facebook.com  dengan subject diisi Nama lengkap – NIM

TERIMA KASIH

TUGAS II PEMANTAPAN LABORATORIUM REGULER C-6

Pembuatan Sediaan Darah

M. Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., Dwi Haryatmi, S.Pd. Bio.

Malaria, yang disebabkan oleh infeksi protozoa genus Plasmodium, merupakan penyakit parasitik terpenting di negara tropis. Malaria ditularkan antar-manusia melalui inokulasi sporozoit Plasmodium oleh nyamuk Anopheles betina atau melalui transfusi darah. Sporozoit memasuki aliran darah menuju hati, tempat sporozoit ini berubah menjadi skizon jaringan yang besar dan mengandung banyak merozoit (skizogoni jaringan). Skizon ini pecah setelah 5-20 hari tergantung spesiesnya, dan merozoit yang keluar menginvasi eritrosit dalam sirkulasi. Siklus replikasi ini berulang dengan interval yang teratur.

Baca lebih lanjut

TUGAS 2 PROGSUS 6 oleh Wiji Triyastuti,S.Pd.Bio

Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif berbentuk bulat berdiameter   0,7-1,2 μm, tersusun dalam kelompok-kelompok yang tidak teratur seperti buah anggur, fakultatif anaerob, tidak membentuk spora, dan tidak bergerak. Bakteri ini tumbuh pada suhu optimum 37 ºC, tetapi membentuk pigmen paling baik pada suhu kamar (20-25 ºC). Koloni pada perbenihan padat berwarna abu-abu sampai kuning keemasan, berbentuk bundar, halus, menonjol, dan berkilau. Lebih dari 90% isolat klinik menghasilkan S. aureus yang mempunyai kapsul polisakarida atau selaput tipis yang berperan dalam virulensi bakteri.

Taksonomi :

Domain           : Bacteria

Kingdom         : Eubacteria

Phylum            : Firmicutes

Classis             : Bacilli

Ordo                : Bacillales

Famili              : Staphylococcaceae

Genus              : Staphylococcus

Spesies            : Staphylococcus aureus

Sebagian bakteri Staphylococcus merupakan flora normal pada kulit, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan makanan pada manusia. Bakteri ini juga ditemukan di udara dan lingkungan sekitar. S. aureus yang patogen bersifat invasif, menyebabkan hemolisis, membentuk koagulase, dan mampu meragikan manitol.

TUGAS DISKUSI :

  1. Bahaya bakteri Staphylococcus aureus bagi manusia
  2. Jenis – jenis penyakit akibat Staphylococcus aureus
  3. Mekanisme terjadinya infeksi Staphylococcus aureus

Tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 25 Januari 2014

Tugas Mahasiswa Reguler C-7

Mikologi

 Jamur merupakan organisme eukaryotik dengan persebaran yang luas di seluruh dunia baik di iklim yang sangat  dingin sampai dengan gurun pasir yang sangat panas. Secara umum dinding jamur tersusun atas kitin dan glukan.  Jamur disebut sebagai jasad heterotrop karena tidak memiliki klorofil, hal inilah yang membedakan jamur dengan  tumbuhan (autotrop) sehingga untuk memperoleh makanan dengan cara absorbsi menggunakan enzim untuk  mengubah dan mencerna berbagai bahan organik dilingkunganya.

Seperti pada kuman, sistem enzim jamur dapat mengubah selulosa, karbohidrat dan zat organik lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, manusia, binatang, serangga dan lain-lain yang mati menjadi zat anorganik  yang dibutuhkan  oleh  jamur. Sifat inilah yang menimbulkan kerusakan pada benda dan berbagai makanan dan dengan cara yang sama,  jamu dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan hewan sehingga menimbulkan penyakit. Manusia hampir selalu  memiliki kemungkinan untuk terpapar oleh infeksi jamur. Di alam bebas keberadaan spesies jamur mencapai  200.000-500.000 dan dari sekian banyak jamur ini diperkirakan 100 spesies bersifat patogen  terhadap manusia.  Meskipun demikian tidak semua orang dapat dengan mudah terkena penyakit jamur ini. Hal ini disebabkan adanya  sistem kekebalan. Untuk dapat menimbulkan kelainan, jamur yang masuk dalam jaringan harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, dapat mengatasi sistem kekebalan inang dan dapat berkembangbiak.

Adhi Kumoro Setya.

Tugas bagi mahasiswa reguler C-7

Buatlah makalah mengenai metabolisme jamur. Tugas diketik menggunakan kertas A4, font Trebuchet 12, 1,5 spasi. Tugas dikumpulkan 14 Desember 2013.

TUGAS PEMANTAPAN LABORATORIUM REGULER C6

Pemeriksaan Mikroskopik Langsung dan Kultur Jamur

 M. Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., Dwi Haryatmi, S.Pd. Bio.

Pemeriksaan mikroskopik sediaan langsung dapat digunakan untuk mendiagnosis mikosis secara cepat dan mudah. Meskipun demikian pemeriksaan langsung dapat memberikan hasil negatif dan positif semu karena tidak sesensitif pemeriksaan kultur. Pemeriksaan mikroskopik sediaan langsung dapat dilakukan dengan memakai larutan KOH 10%-20%. Pemeriksaan jenis ini merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan di berbagai laboratorium untuk menunjang diagnosis jamur. Pemeriksaan mikroskopik sediaan  langsung bisa juga dilakukan dengan menggunakan pewarna seperti Lactophenol Cotton Blue (LPCB), Calcofluor white, Gram dan Giemsa. Pada pemeriksaan histopatologi dapat dilakukan dengan pewarnaan Gomori Methenamine Silver (GMS) dan Periodic acid-Schiff (PAS)

Baca lebih lanjut

Tugas Hematologi progsus 6 (praktikum)

Erythrocyte Sedimentation Rate

ESR atau LED (Laju Endap Darah) merupakan salah satu prosedur laboratorium yang masih banyak diminta pemeriksaannya untuk diagnosis suatu kondisi kesehatan. Buatlah makalah tentang LED tersebut yang meliputi beberapa aspek dan akan menjadi kriteria penilaian, sebagai berikut :

a. Penjelasan LED (sejarah dan definisi)

b. Fungsi LED

c. Prosedur LED (2 metode boleh klasik atau modern)

d. Mekanisme mengendapnya darah pada LED

e. Hasil abnormal pada LED

f. Pembacaan hasil LED

Makalah tersebut diketik perorangan dan diprint pada kertas A4, format spasi 1,15 dengan huruf arial ukuran 10 format standart