Analisa Karbohidrat


ANALISA KARBOHIDRAT

(Wimpy, S.Pd Kim dan Bernadus, S.Pd Kim)

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama yang mempunyai peranan penting dalam menenentukan karakterisik bahan makanan misalnya rasa, warna, tekstur dan lain – lain .Dalam tubuh , karbohidrat berfungsi untuk mencegah timbulnya ketosis , mencegah pemecahan protein tubuh yang berlebihan, mencegah kehilangan mineral dan untuk membantu metabolisme lemak dan protein.

Berdasarkan sifat – sifat karbohidrat dan reaksi reaksi kimia yang spesifik , karbohidrat dapat dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

A.Analisa Kualitatif

1. Reaksi warna

a. Uji Molish dengan prinsip karbohidrat direaksikan dengan a- naftol dalam alkohol  kemudian ditambah dengan asam sulfat pekat melalui dinding tabung ,(+) bila  terbentuk cincin ungu.

b.Uji Barfoed

Pereaksi terdiri dari Cu-asetat dan asam asetat. Sampel ditambah pereksi kemudian       dipanaskan,endapan merah bata menunjukkan + monosakarida

c.Uji Benedict

Pereaksi terdiri dari Cu-sulfat, Na-sitrat dan Na-karbonat.Sampel ditambah pereaksi  dan dipanaskan adanya endapan merah coklat menunjukkan adanya gula reduksi.

d.Uji Iodium

Larutan sampel diasamkan dengan HCl kemudian ditambah iodin dalam larutan KI.Warna biru berati (+) adanya pati kalau warna merah (+) glikogen

e.Uji Seliwanoff

Pereaksi 3.5 ml resocsinol 0,5 % dengan 12 ml HCl pekat diencerkan 3,5 ml dengan  aquades setelah sampel ditambah pereaksi dipanaskan. Warna merah cerri menunjukkan (+)adanya fruktosa.

 f.Uji Antron

Prinsip uji Antron sama dengan uji Seliwanof dan Molisch yaitu menggunakan senyawa H2SO4p untuk membentuk senyawa furfural lalu membentukkompleks dengan pereaksi Antron  sehingga terbentuk warna biru kehijauan

g.Uji Fehling

Pereaksi terdiri dari Cu-sulfat dalam suasana alkalis,NaOH, ditambah Chelating Agent  (kalium natrium tartrat).Sampel ditambah pereaksi dan dipanaskan adanya endapan  berwarna merah coklat menunjukkan adanya gula reduksi.

2.Uji Pembentukan Ozazon

Prinsipnya

ke dalam larutan aldosa/ ketosa ditambah dengan larutan fenilhidrasin lalu dipanaskan,      maka akan terbentuk hidrazon (osazon) yang berupa kristal berwarna kuning. (larutan         dekstroksa ditambah dengan larutan 2-fenilhirazin akan dihasilkan dekstrosazon , 2H2O dan   CO2).

3.Kromatografi Lapis Tipis

Fase diam yang sering digunakan adalah selulosa, silika, silika 50.000 dan amino yang       terikat pada silika. Karena kompleksanya karbophidrat maka tidak ada sistem fase gerak      yang universal yang telah dioptimasi untuk memperoleh profil masing – masing karbohidrat.   Sistem fase gerak yang berbeda dengan menggunakan campuran – campuran air,       nasetonitril, alkohol- alkohol (metanol, etanol, 1- propanol, 2-propanol, 1-butanol)      aseton, asama asetat, piridin

4.Kromatografi Gas

   untuk cara ini senyawa yang dianalisis harus mudah menguap. Jika tidak mudah menguap  maka   harus dilakukan  deritivasi menjadi senyawa yang mudah menguap misal menggunakan etertrimetilsilil.

5.Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Pada prinsipnya sama dengan kromatografi gas, yakni dengan membandingkan waktu retensi      (tr) sampel dengan nilai tr baku karbohidrat.

B.Analisa Kuantitatif

Ada beberapa macam metode yang dapat kita gunakan untuk analisa kadar gula reduksi secara    kuantitatif yaitu :

1.Metode Fisika

  Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah polarimetri.

2.Metode Kimia

  a.Cara Luff Schoorl

Prinsip: Monosakarida dioksidasi oleh CuO dari reagen Luff Schoorl menjadi Cu2O.kemudian kelebihan CuO dari reagen luff Schoorl akan bereaksi dengan KI suasana asam membentuk I2 yang akan bereaksi dengan cara dititrasi dengan Na-  tiosulfat dengan indikator amilum .

  b.Kolorimetri

3.Metode enzimatis

Menggunakan enzim spesifik untuk karbohidrat yan g akan diuji. Contoh enzimnya yaitu    glukosa oksidase dan heksokinase

Daftar Pustaka

Achmad, M dan Abdul, R.(Editor), 2006,Pengantar Kimia Farmasi Analisis : Volumetri dan Gravimeteri, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Sumantri, AbdulR,2007,Analisis Makanan,Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

SOAL :

1.Sebutkan masing – masing 3 macam  kelebihan dan kelemahan analisa gula/ karbohidrat       menggunakan KLT !

2.Jelaskan bagaimana cara menganalisa karbohidrat dengan metode kolorimetri !

3.Cari kadar gula dengan metode Luffscoorl dengan data sebagai berikut :

  a.Dipipet 25,o ml larutan sampel kemudian

  b.Dimasukkan labu takar 200 ml dipipet 5,0 ml masuk ke erlenmeyer

  c.Kadar larutan Na-tiosulfat = 0,0935 N

  d.Titrasi sampel = 21,71 ml

  e.Titrasi blanko = 31,95 ml

Jawaban paling lambat dikumpulkan kepada Bp. Wimpy tanggal 20 Oktober 2012 dengan format penulisan Font times new roman 12 spasi 1,5

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s