Pemeriksaan Kimia Amami Pada Sampel Keracunan Makanan (Wimpy, S.Pd.Kim)

66612-berbahaya-ini-9-jenis-bahan-kimia-pada-makanan-anak-yang-harus-dihindariGambar Makanan Berbahaya (http://asset.tabloidnova.com/media)

Pada tanggal 17 Juni 2014 sebanyak 32 PNS di Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado karena diduga mengalami keracunan makanan saat makan siang dalam acara pelatihan di SPMA, Kalasey (http://manado.tribunnews.com). Baca lebih lanjut

Pengawet sintetik pada makanan dan minuman

Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Supaya makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia (food aditif). Baca lebih lanjut

Pemeriksaan Kimia Analisa Air Metode Volumetri (Wimpy, S.Pd.Kim)

Dua tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2013, PLTU Paiton di Probolinggo meledak dan terbakar,limbah yang terbentuk akibat kebakaran tersebut yaitu gas belerang yang menguap dan bercampur dengan udara di lingkungan sekitarnya. Reaksi dari gas belerang yang bercampur dengan oksigen dan nitrogen di udara membentuk sulfur oksida dan nitrogen oksida yang akan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut dan akan jatuh bersama air hujan mengakibatkan air hujan bersifat asam.   Baca lebih lanjut

Tugas 2 Praktikum Parasitologi II (Entomologi) Progsus VII

Pemberantasan Serangga

M.Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., dan Dwi Haryatmi, S.Pd.Bio

Tujuan pengendalian serangga yang menjadi vektor penular penyakit adalah untuk menekan populasi vektor sampai berada di bawah batas kemampuannya menularkan penyakit dan menimbulkan epidemi. Salah satu contohnya adalah pada pemberantasan penyakit malaria, Nyamuk Anopheles tidak perlu diberantas habis melainkan hanya perlu diturunkan populasinya saja agar epidemi malaria dapat dicegah. Pengendalian dan pemberantasan serangga dapat dilakukan baik secara mekanis, biologis, dan secara kimiawi.

Tugas:

Buatlah makalah mengenai “Pengendalian dan Pemberantasan Serangga”

Isi makalah tersebut meliputi: pengendalian secara mekanis, biologis, kimiawi (insektisida, resistensi insektisida, dan repellent).

Tugas diketik dengan huruf times new roman 12 pada kertas A4 dengan spasi 1,5. Tugas dikirim via email ke taufiqqurro@gmail.com paling lambat pada tanggal 05 Juli 2014 WIB.

Tugas 1 Teori Parasitologi II (Entomologi) Progsus VII

Peran Arthropoda Sebagai Vektor Penyakit

M.Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., dan Dwi Haryatmi, S.Pd.Bio

Arthropoda merupakan metazoa yang mempunyai tubuh bersegmen-segmen atau beruas-ruas. Arthropoda dapat berperan baik secara langsung maupun tidak langsung bagi kesehatan manusia. Peran serangga antara lain: Sebagai agen penyebab entomofobia, dermatosis, alergi, penyebab kehilangan darah (blood loss), dan menimbulkan gangguan (annoyance). Selain itu, Arthropoda juga dapat berperan sebagai vektor yang menularkan bibit penyakit atau berperan sebagai tuan rumah perantara (hospes perantara).

Tugas:

Buatlah sebuah makalah mengenai “Peran Arthropoda Sebagai Vektor Penyakit” dengan mengikuti sitematika penulisan sebagai berikut:

Cover

Daftar Isi

Pendahuluan

Nyamuk sebagai vektor penyakit

Lalat sebagai vektor penyakit

Hemiptera sebagai vektor penyakit

Kutu pengisap dan penggigit sebagai vektor penyakit

Pinjal sebagai vektor penyakit

Tungau dan Caplak sebagai vektor penyakit

Daftar pustaka

 

Jangan lupa untuk melengkapinya dengan gambar secukupnya. Tugas diketik dengan huruf times new roman 12 pada kertas A4 dengan spasi 1,5. Tugas dikirim via email ke taufiqqurro@gmail.com paling lambat pada tanggal 4 Juni 2014 WIB.

Tugas ini merupakan tugas kelompok, dengan pembagian kelompok sebagai berikut

Kelompok I          : A103.07.001 s/d A103.07.006

Kelompok II         : A103.07.007 s/d A103.07.012

Kelompok III        : A103.07.013 s/d A103.07.018

TUGAS 2 HEMATOLOGI PEMANTAPAN LAB REGULER C – 6

matur

Sel tersebut merupakan jenis polimorphonuklear yang sering ditemukan di dalam sediaan apus darah. Sel di atas menunjukkan tingkat kematangan yang berbeda dari kiri ke kanan.

1. Jelaskan jenis sel leukosit apa sajakah yang ada di gambar tersebut?

2. Tuliskan maturasi sel leukosit jenis polimorphonuklear…

3. Apabila terjadi dominasi sel pada gambar paling kiri, disebut dengan istilah apakah?dan apa maksud dari istilah tersebut…?

==========================================================================================

4. Sel apakah yang berada di sebelah kiri…?

5. Sel apakah yang berada di sebelah kanan…?

6. Buatlah tabel yang berisi 5 pengamatan secara mikroskopis (wright – giemza) untuk membedakan kedua sel tersebut…

==========================================================================================

7. Gambar sel leukosit jenis apakah yang ada di kiri…?

8. Gambar jenis sel leukosit apakah yang berada di kanan…?

9. Buatlah tabel yang berisi 7 hal baik secara morfologi maupun mikroskopis yang bisa digunakan untuk membedakan kedua jenis sel tersebut

==========================================================================================

Tugas diketik dan disimpan dalam bentuk dokumen Word (.docx), dengan format spasi 1,5 dan huruf Arial ukuran 12, tuliskan nama dan nomor mahasiswa di pojok kiri atas.
Tugas dikirimkan sebelum hari sabtu tanggal 1 Februari 2014 pukul 13.00 WIB

Dikirimkan lewat Email ke : omry3adi@gmail.com dan cc ke omry3adi@facebook.com  dengan subject diisi Nama lengkap – NIM

TERIMA KASIH

TUGAS II PEMANTAPAN LABORATORIUM REGULER C-6

Pembuatan Sediaan Darah

M. Taufiq Qurrohman, S.Si., M.Sc., Dwi Haryatmi, S.Pd. Bio.

Malaria, yang disebabkan oleh infeksi protozoa genus Plasmodium, merupakan penyakit parasitik terpenting di negara tropis. Malaria ditularkan antar-manusia melalui inokulasi sporozoit Plasmodium oleh nyamuk Anopheles betina atau melalui transfusi darah. Sporozoit memasuki aliran darah menuju hati, tempat sporozoit ini berubah menjadi skizon jaringan yang besar dan mengandung banyak merozoit (skizogoni jaringan). Skizon ini pecah setelah 5-20 hari tergantung spesiesnya, dan merozoit yang keluar menginvasi eritrosit dalam sirkulasi. Siklus replikasi ini berulang dengan interval yang teratur.

Baca lebih lanjut

TUGAS 2 PROGSUS 6 oleh Wiji Triyastuti,S.Pd.Bio

Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram positif berbentuk bulat berdiameter   0,7-1,2 μm, tersusun dalam kelompok-kelompok yang tidak teratur seperti buah anggur, fakultatif anaerob, tidak membentuk spora, dan tidak bergerak. Bakteri ini tumbuh pada suhu optimum 37 ºC, tetapi membentuk pigmen paling baik pada suhu kamar (20-25 ºC). Koloni pada perbenihan padat berwarna abu-abu sampai kuning keemasan, berbentuk bundar, halus, menonjol, dan berkilau. Lebih dari 90% isolat klinik menghasilkan S. aureus yang mempunyai kapsul polisakarida atau selaput tipis yang berperan dalam virulensi bakteri.

Taksonomi :

Domain           : Bacteria

Kingdom         : Eubacteria

Phylum            : Firmicutes

Classis             : Bacilli

Ordo                : Bacillales

Famili              : Staphylococcaceae

Genus              : Staphylococcus

Spesies            : Staphylococcus aureus

Sebagian bakteri Staphylococcus merupakan flora normal pada kulit, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan makanan pada manusia. Bakteri ini juga ditemukan di udara dan lingkungan sekitar. S. aureus yang patogen bersifat invasif, menyebabkan hemolisis, membentuk koagulase, dan mampu meragikan manitol.

TUGAS DISKUSI :

  1. Bahaya bakteri Staphylococcus aureus bagi manusia
  2. Jenis – jenis penyakit akibat Staphylococcus aureus
  3. Mekanisme terjadinya infeksi Staphylococcus aureus

Tugas dikumpulkan paling lambat tanggal 25 Januari 2014